The Lovely Bones (2009)
Movie Joovie - My Movie Reviews |
Spoiler Alert !!!! |
Film ini simple sih kalau saya bilang, mungkin karena saya sudah tau inti ceritanya seperti apa dari bahasan di salah satu radio, jadinya tidak membuat saya surprise dan bingung saat menontonnya. Dan juga, film ini ditatar dengan jelas dari awal sampai akhir, orang yang nonton nggak bakalan bingung. Kecuali telat nonton sampai setengah jam *lirik2 temen2 yang ikut nonton*
Film berdurasi satu setengah jam lebih dikit ini diperankan oleh Jake Gyllenhaal *mas ganteng, halah* yang berperah sebagai Capten Colter Stevens yang ditugaskan oleh pemerintah untuk menjalankan sebuah misi dalam mencari dalang dari pemboman sebuah kereta api.
Bercerita tentang Margaret Tate (Bullock), seorang bos tirani yang tidak peduli dengan anak buahnya, yang ia pikirkan hanyalah kemaslahatan perusahaan dan dirinya sendiri. Andrew Paxton (Reynolds) merupakan sekretaris aka asisten editornya, yang telah bekerja dengannya selama 3 tahun tanpa kenaikan jabatan. Suatu saat, Margaret yang seorang Kanada mendapat kabar mengejutkan bahwa ia akan dideportasi oleh pihak imigrasi karena visa yang kadaluwarsa. Di saat terjepit seperti itu, Margaret memiliki ide bodoh untuk mempertahankan dirinya agar dapat tetap bekerja di perusahan tersebut. Ia meminta Andrew untuk menikahinya, dengan jaminan suatu saat mereka pasti akan bercerai dan Andrew akan mendapatkan promosi jabatan. Mereka berdua setuju.
Namun seorang agen imigrasi sepertinya tidak percaya dengan rencana pernikahan mereka, karena jika diketahui bahwa mereka berbohong maka Margaret tetap dideportasi dan Andrew akan diganjar hukuman penjara dan membayar denda. So, untuk mengelabui pihak imigrasi, Margaret menjalankan rencana baru, ia akan mengikuti Andrew pulang kampung ke Sitka, Alaska untuk menemui orang tuanya dan ulang tahun neneknya yang ke 90. Di Alaska-lah cerita benar-benar dimulai, pertemuan Andrew dengan mantan pacarnya, perselisihan Andrew dengan ayahnya, kerinduan Margaret terhadap sebuah keluarga dan rencana pernikahan mendadak yang dirancang keluarganya. Jadi, bagaimana cerita lengkapnya, I guess you should watch it yourself :) Bagi saya, film ini tidak terlalu menarik. Sandra Bullock bukan sosok yang tepat untuk menjadi seorang bos tirani yang menyebalkan. I mean, she's got that comical face :D. Tapi saya ngiri banget sama bodi 40 tahunnya yang masih singset dan langsing :p
Tahun 1989, Mike O'Donnell (Zac Efron), seorang bintang basket di sekolahnya dan berjuang untuk mendapatkan beasiswa ke perguruan tinggi favorit. Pada pertandingan pentingnya, kekasihnya Scarlett mengatakan bahwa ia telah hamil, sehingga membuat pertandingan pentingnya menjadi kacau dan ia pun tidak bisa mendapatkan beasiswa. 17 tahun kemudian, ia benar-benar terlihat menyedihkan dan selalu menyalahkan keadaan bahwa jika Scarlett tidak hamil, jika ia tidak menikahinya, ia akan menjadi sosok yang sukses saat ini. Sehingga Scarlett dengan berat hati memutuskan untuk bercerai dengannya.
Saat itulah ia merasa ingin kembali ke masa jayanya dulu, and poof!! it happen. Mike dewasa (Matthew Perry) secara ajaib berubah menjadi Mike remaja lagi. Dengan bantuan *paksaan* dari Ned, sahabatnya, ia menjadi murid baru di sekolah anak-anaknya. Setelah kejadian demi kejadian membuat Mike sadar, bahwa banyak yang telah ia lewatkan. Ia tau bagaimana anak-anaknya bergaul dan membantu mereka dalam menggapai impiannya. Pada saat yang sama ia merasa jatuh cinta kembali pada istrinya yang telah ia sia-siakan. Seru! :D Lalu bagaimana ending film ini ? Harus kalian lihat sendiri ya ? :DWell, saya bukan penggemar Zac Efron, tapii ... saya agak suka dia di film ini. Keliatan macho-nya mungkin ya :D Dan ternyata dia memang jago basket ya ? :p Atau entahlah, dia cocok sekali menjadi seorang remaja yang naksir tante-tante, hahahaha.
Berhubung saya menonton film ini setelah menonton Last Airbender, I have to say it way much much much better.
Walaupun banyak kritik yang bilang film ini jelek, saya harus bilang kalau saya menikmati film ini. Tapi, ya jangan samakan dengan cerita di komik dan kartunnya, karena banyak perbedaan di dalamnya.
Jika sudah pernah menonton kartun Avatar di salah satu TV swasta Indonesia pasti sudah paham benar dengan ceritanya. Tentang Aang, seorang pengendali udara terakhir yang ditemukan Katara dan Sokka, kakak beradik dari negara Air. Aang ternyata juga seorang avatar, anggap saja ia seseorang yang bisa menguasai keempat kekuatan sekaligus, Air, Api, Bumi dan Udara. Dan Avatar diharapkan dapat membuat keseimbangan diantara keempat elemen ini. Negara Api diceritakan adalah tokoh jahatnya, yang ingin menguasai dunia (kenapa sih selalu dengan menguasai dunia? emang gampang ya berkuasa?). Raja api mengasingkan putranya, prince Zukho agar ia bisa membawa avatar ke kerajaan api. And so on so on so on ... ooh, saya sampai malas menceritakannya saking saya nggak suka sama filmnya ~.~" (padahal saya suka sekali kartunnya!)
Dari awal saya melihat film ini yang saya pikirkan cuma satu, terus menerus, "remake remake remake remake remake .... 1000x"Judulnya dangdut bo :D. Oh okay, jangan mencibir deh, saya tau ini agak-agak sinetron, tapi saya agak suka film tv ini, hehehe. Tiba-tiba kepikiran buat review, supaya keingetan aja.
Ceritanya tentang Mega yang diperankan Sissy Priscilla "membantu" seorang Ibu-ibu di sebuah bus (diperankan Ratna Riantiarno) dari beberapa berandal. Mereka berkenalan dan Ibu-ibu itu mengajak Mega mampir ke rumahnya, disanalah ia bertemu dengan Tama yang diperankan oleh Dwi Sasono *eh cakep loh dia disini, halah*. Bisa ditebak sih, Mega jatuh cinta pada Tama, yang ia panggil dengan Tam-Tam. Tapi Tama cuek banget, sehingga membuat Mega semakin kebat-kebit *aih, kata-kata saya*. Dari berbagai usaha untuk membuat Tama jatuh cinta tidak membuahkan hasil. Di saat yang sama sahabat Mega, Vera mengenalkannya pada seorang cowok ganteng kaya bernama Daniel. Saya agak berpikir cewek yang namanya Vera ini dangkal banget, secara masa' dia bilang orang itu nggak lengkap kalau nggak pacaran *blah blah*. Ya jadi cinta segitiga gitu deh, si Daniel suka pada Mega, Mega-nya suka pada Tama. Ternyata Tama cuek pada Mega, alasannya sih karena Tama pernah "akan" menikah, namun beberapa minggu sebelum pernikahannya tunangannya kecelakaan dan meninggal *sedih, tapi klise bukan?*. Hal ini yang membuat Tama belum dapat membuka hati untuk orang lain. Okay, saat perasaan suka menjadi cinta, membuat Mega bingung dengan cara apa lagi membuat Tama merubah pikirannya. Perasaan Daniel-pun semakin meningkat, karena Mega merespon dengan seringnya mengikuti ajakannya untuk hang out. Waktu Daniel melihat kedekatan Mega dan Tama, ia pun cemburu buta. Saat Mega "menjauh" karena merasa diombang-ambingkan perasaannya oleh Tama. Tama akhirnya merasa kehilangan.